Bukti Sejarah Peninggalan Belanda di Pulau sabang

Bukti Sejarah Peninggalan Belanda dan Jepang di Pulau sabang yang nyata, Sebelum kita terjun lebih jauh tentang sejarah yang ada di pulau sabang, kita akn melihat dimana pulau sabang ini? Pulau sabang terletak di ujung sumatra Indonesia yang merupakan bekas jajahan Jepang dan Belanda, disinilah tersimpan banyak banteng-banteng peninggalan belanda dan jepang yang sampai saat ini masih dijaga dengan baik oleh pemaerintah Kota Sabang.

Dulu Kota Sabang sebelum Perang Dunia II adalah kota pelabuhan terpenting dibandingkan Temasek (sekarang Singapura).
Sabang telah dikenal luas sebagai pelabuhan alam bernama Kolen Station oleh pemerintah kolonial Belanda sejak tahun 1881. Pada tahun 1887, Firma Delange dibantu Sabang Haven memperoleh kewenangan menambah, membangun fasilitas dan sarana penunjang pelabuhan. Era pelabuhan bebas di Sabang dimulai pada tahun 1895, dikenal dengan istilah Vrij Haven dan dikelola Maatschaappij Zeehaven en Kolen Station yang selanjutnya dikenal dengan nama Sabang Maatschaappij. Perang Dunia II ikut memengaruhi kondisi Sabang dimana pada tahun 1942 Sabang diduduki pasukan Jepang, kemudian dibom pesawat Sekutu dan mengalami kerusakan fisik hingga kemudian terpaksa ditutup. Itulah sekilas sejarah Jepang di pulau sabang.

Hingga saat ini semua benda-benda penjajahan masih terdapat di pulau ini, tapi tidak lagi seperti dulu karena masa benda tersebut yang begitu lama, berikut sekilas gambarnya.

Bukti Sejarah Peninggalan Belanda di Pulau sabang
Benteng Jepang di Sabang 

Bukti Sejarah Peninggalan Belanda di Pulau sabang
Benteng Sejarah Jepang di Sabang 

Bukti Sejarah Peninggalan Belanda di Pulau sabang
Benteng Jepang di Sabang 

Bukti Sejarah Peninggalan Belanda di Pulau sabang
Benteng jepang dijurong keramat

Bukti Sejarah Peninggalan Belanda di Pulau sabang
Benteng jepang di Rubiah

Bukti Sejarah Peninggalan Belanda di Pulau sabang
Bunker jepang sabang

Itulah beberapa banteng hasil peninggalan belanda yang ada di pulau sabang hingga saat ini, banteng-banteng ini sudah di tutup oleh daunan yang ada di daerah tersebut, bagi anda yang ingin melihat dengan jelas sebaiknya anda kunjungi langsung tempat tersebut, karena selain banteng masih banyak lagi peninggalan Belanda dan Jepang yang ada di daerah ini. semoga informasi ini bermanfaat untuk anda pecinta sejarah Aceh, sekian dan terimakasih.

Iklan Bawah Artikel